Mengurangi Risiko Kanker Payudara

Mengurangi Risiko Kanker Payudara

 

Mengurangi Risiko Kanker Payudara – Kanker Payudara merupakan penyakit yang disebabkan oleh sel ganas (kanker) yang tumbuh pada jaringan payudara. Sel-sel ini biasanya muncul pada saluran atau lobula di payudara. Sel-sel kanker ini dapat menyebar di antara jaringan atau organ yang ada dan ke bagian tubuh lainnya.

Kanker payudara mungkin tidak memperlihatkan gejala di tahap awal. Pada sebagian kasus, tumor mungkin tidak terasa karena terlalu kecil, namun bisa diketahui melalui pemeriksaan mamografi. Jika tumor cukup besar, akan teraba sebagai benjolan pada payudara. Meski demikian, tidak semua benjolan berarti kanker.

Mengurangi Risiko Kanker Payudara

Mengurangi Risiko Kanker Payudara

Apa penyebab kanker payudara ? Belum diketahui apa penyebab sel-sel tersebut berubah menjadi sel kanker, namun para ahli menduga adanya interaksi antara faktor genetik dengan gaya hidup, lingkungan, dan hormon, sehingga sel menjadi abnormal dan tumbuh tidak terkendali.

Faktor Risiko Kanker Payudara

Beberapa faktor diketahui bisa meningkatkan risiko kanker payudara. Namun demikian, seseorang dengan sejumlah faktor risiko belum tentu terserang kanker payudara, sebaliknya seseorang tanpa faktor risiko dapat terkena kanker. Seseorang yang pernah terserang kanker di satu payudara memiliki risiko tinggi terkena kanker pada payudara yang lain.

Faktor lain yang bisa meningkatkan risiko kanker payudara antara lain:

  • Risiko kanker payudara akan meningkat seiring usia bertambah.
  • Jenis kelamin. Wanita lebih rentan terserang kanker payudara dibanding pria.
  • Paparan radiasi. Seseorang yang pernah menjalani radioterapi, rentan mengalami kanker payudara.
  • Berat badan yang berlebih meningkatkan risiko terserang kanker payudara.
  • Belum pernah hamil. Wanita yang pernah hamil dan menyusui memiliki risiko kanker payudara lebih kecil dibanding wanita yang belum pernah hamil dan menyusui.
  • Melahirkan pada usia tua. Wanita yang baru memiliki anak di atas usia 30 tahun lebih berisiko mengalami kanker payudara.
  • Konsumsi alkohol. Studi terbaru menunjukkan, konsumsi alkohol dalam jumlah sedikit tetap meningkatkan risiko kanker payudara.
  • Terapi pengganti hormon. Setelah menopause, wanita yang mendapat terapi pengganti hormon dengan estrogen dan progesterone lebih berisiko terkena kanker payudara.
  • Mulai menstruasi terlalu muda. Wanita yang mengalami menstruasi di bawah usia 12 tahun diketahui lebih berisiko mengalami kanker payudara.
  • Telat menopause. Wanita yang belum mengalami menopause hingga usia 55 tahun juga berisiko mengalami kanker payudara.
  • Riwayat kanker payudara pada keluarga. Mutasi pada gen BRCA1 dan BRCA2 juga bisa membuat kanker payudara diturunkan dari orang tua ke anaknya. Selain itu, seseorang yang memiliki anggota keluarga dekat yang menderita kanker payudara, juga lebih berisiko mengalaminya.

Cara Mengurangi Risiko Kanker Payudara

Berikut ini beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi risiko kanker payudara :

  1. Cek Kepadatan Payudara

Sudah pernah mengecek kepadatan payudara Anda? Hal ini tidak boleh dianggap remeh ya, karena kanker akan lebih sulit dideteksi dengan mamogram bila payudara memiliki jaringan halus yang lebih banyak ketimbang lemak. Anda juga perlu tahu kalau wanita yang memiliki payudara padat ternyata memiliki risiko kanker payudara yang lebih tinggi hingga 6 kali lipat, sehingga perlu lebih sering dicek dengan USG, MRI, atau mamografi digital.

  1. Aktif Bergerak

Sering sibuk dengan pekerjaan sampai tidak sempat berolahraga? Sepertinya sudah waktunya Anda mulai bergerak lebih aktif nih, minimal dengan berjalan kaki setidaknya setengah jam setiap hari untuk menjaga berat badan ideal dan mengurangi kadar lemak dalam tubuh. Penelitian dari American Cancer Society menemukan bahwa wanita yang berat badannya naik 10 sampai 15 kilogram setelah usia 18 tahun, ternyata memiliki peluang mengidap kanker payudara yang lebih besar sebanyak 40%. Ini karena lemak berlebih pada tubuh akan memproduksi lebih banyak hormon estrogen, dan bisa mendorong pertumbuhan sel kanker payudara, terutama pada wanita yang sudah menopause. Olahraga juga bisa mengurangi risiko kanker dengan cara meningkatkan rasio estrogen baik menjadi 25% lebih banyak dibandingkan estrogen jahat (yang bisa merusak DNA dan meningkatkan risiko kanker payudara).

  1. Berhenti Merokok

Anda perlu tahu kalau wanita perokok memiliki risiko mengidap kanker payudara invasif yang jauh lebih besar, lho. Selain itu, wanita yang terlanjur mengidap kanker dan sudah berhenti merokok juga bisa mendapatkan manfaat yang lebih besar dari kemoterapi dan terapi radiasi.

  1. Cek Riwayat Kesehatan Keluarga

Sekitar 5 sampai 10% kasus kanker payudara diturunkan secara genetik selama beberapa generasi. Untuk mengurangi risiko kanker payudara dan penyakit berbahaya lain, coba mulai cari tahu riwayat kesehatan keluarga Anda, baik dari sisi ayah maupun ibu. Semakin cepat Anda tahu akan semakin baik, karena bisa segera menemui dokter untuk berkonsultasi mengenai berbagai langkah mengurangi risiko kanker payudara serta melakukan penyesuaian gaya hidup.

  1. Memberikan ASI eksklusif

Ini dia salah satu alasan tambahan untuk memberikan ASI eksklusif. Dengan konsisten menyusui bayi selama 6 bulan pertama, Anda bisa menurunkan risiko kematian karena kanker payudara sebesar 10%. Ini bisa terjadi karena saat menyusui, wanita tidak mengalami menstruasi dan jumlah estrogen pada tubuh jauh berkurang. Jadi sudah tahu kan, ASI eksklusif bukan hanya sehat bagi si kecil kesayangan, tapi juga sangat bermanfaat untuk mengurangi risiko kanker payudara.

  1. Pola Makan Sehat Setiap Hari

Pasti Anda tahu kalau tubuh akan menyerap semua nutrisi dari makanan, tapi sudah menerapkan pola makan sehat belum nih? Para peneliti di Harvard menemukan bahwa risiko kanker payudara berkura ng sebanyak 19% pada wanita yang memiliki tingkat karotenoid tinggi dalam darah. Karotenoid banyak ditemukan pada buah dan sayur seperti sayuran hijau, wortel, dan cabe merah. Selain itu, nutrisi seperti sulforafana pada brokoli serta likopen pada tomat, juga bisa melindungi tubuh dari kanker payudara. Jadi sebaiknya terapkan pola makan sehat yang mengandung setidaknya lima porsi buah atau sayuran, serta membatasi asupan daging merah dan makanan olahan lain yang mengandung lemak jenuh.

  1. Cek Kesehatan Payudara Secara Rutin

Bukan hanya mencegah lebih baik daripada mengobati, tapi tingkat kesembuhan bisa mencapai 99% bila kanker payudara bisa ditemukan sejak awal. Selain waspada dengan berbagai perubahan tekstur dan tampilan payudara serta puting, ada baiknya kalau Anda juga mulai melakukan mamogram secara rutin saat memasuki usia 40 tahun. Apalagi kalau ada riwayat kanker payudara di keluarga, pengecekan kesehatan payudara sebaiknya dilakukan lebih awal dan lebih rutin, serta menggunakan metode lain seperti MRI atau USG agar hasilnya lebih akurat.

Itulah beberapa cara untuk mengurangi risiko kanker payudara. Semoga bermanfaat

Mengurangi Risiko Kanker Payudara

This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*